SeputarDuniakalteng.com, MUARA TEWEH – Dalam Rapat Paripurna yang diadakan Jumat pekan lalu di ruang sidang DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Suparjan Efendi selaku anggota Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan Pendapat Akhir fraksinya terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026. Kata dia, Senin ini, terdapat sejumlah poin penting yang harus diperhatikan pemerintah daerah.
Menurut Suparjan, pembangunan infrastruktur yang merata adalah kebutuhan mutlak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan produktivitas, dan membuat wilayah lebih kompetitif. Perbaikan jalan dan jembatan, kata dia, tidak cuma memperlancar distribusi barang dan jasa, tapi juga memudahkan masyarakat bergerak antar desa, kelurahan, dan wilayah lain.
“Di sektor pertanian khususnya, jalan yang baik akan mengurangi biaya pengiriman dan menjaga stabilitas pasokan pangan mulai dari desa sampai ke kabupaten,” tegasnya.
Fraksi PDIP juga menginginkan pemerintah memberikan prioritas pada ketahanan pangan dan memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di ibukota. “Semua wilayah harus merasakan manfaat pembangunan, bukan cuma satu tempat saja,” ujarnya.
Selain itu, fraksi juga menekankan pentingnya pelaksanaan program APBD 2026 yang tepat waktu, efektif, dan sesuai aturan. Fokus lain adalah memperkuat program kebutuhan dasar, meningkatkan pelayanan publik, dan mempercepat realisasi pembangunan.
Suparjan juga berharap Bupati dan Wakil Bupati terpilih bisa membuat perubahan besar dalam kerja dan kebijakan pembangunan. Mengingat luasnya wilayah Barito Utara dan tantangan konektivitas, APBD 2026 diharapkan bisa mengurangi kesenjangan dan membawa pembangunan yang inklusif serta adil.
Pada akhirnya, Fraksi PDIP menyetujui Raperda APBD 2026 untuk ditetapkan sebagai Peraturan Daerah, dengan beberapa catatan untuk pemerintah. “Semoga anggaran ini benar-benar bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” tutupnya. (Bu)






