SeputarDuniakalteng.com, MUARA TEWEH – Desa Pendreh Kabupaten Barito Utara meraih Trophy dan Sertifikat Program Kampung Iklim (ProKlim) Utama tingkat nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Penghargaan diserahkan Dirjen Pengendalian Iklim KLHK di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta.
Keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi antara PT Suprabari Mapanindo Mineral (SMM), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Barut, dan masyarakat. Sebelum ada program, skor ProKlim Desa Pendreh hanya 57,6. Dengan dukungan pendanaan dari SMM dan target DLH Barut, skor berhasil naik menjadi 89,8 – melampaui target awal yang hanya di atas 81.
“Kita awalnya cuma ingin mencapai ambang sertifikasi, tapi berkat program komprehensif, akhirnya bisa mendekati 90 dan berhak dapat trophy,” kata Abdul Syukur, Department Head CSR PT SMM.
Program yang mendukung adalah “Pekan Kampung Iklim SMM-PAMA” yang fokus pada adaptasi, mitigasi, dan kelembagaan, melalui empat aktivitas: Pendreh Green Edu (penanaman dengan siswa), SIAGA (gotong royong pembersihan desa), Jejak Sehat (gaya hidup sehat dan cinta lingkungan), serta SMM-PAMA BERDIKARI AWARD (apresiasi warga).
Desa Pendreh juga menjadi salah satu 16 desa di Indonesia (dari 345 peserta) yang menjalani verifikasi lapangan langsung KLHK pada Juli 2025. Akhirnya, desa ini termasuk 50 penerima ProKlim Utama nasional.
“Penghargaan ini bukti bahwa kolaborasi perusahaan, pemda, dan masyarakat bisa menciptakan dampak positif untuk ketahanan iklim di desa,” pungkas Abdul Syukur. (Bu)






