SeputarDuniakalteng.com, MUARA TEWEH – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh melaksanakan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi tenaga kesehatan maupun tenaga non-kesehatan di lingkungan rumah sakit tersebut. Kegiatan ini bertujuan agar setiap pegawai memiliki kemampuan memberikan pertolongan pertama kepada masyarakat yang membutuhkan, baik di lingkungan rumah sakit maupun di luar.
Direktur RSUD Muara Teweh, dr. Tiur Maida, menyampaikan bahwa pelatihan BHD ini sangat penting agar tenaga kesehatan dan non-kesehatan mampu membantu masyarakat dalam keadaan darurat.
“Pelatihan BHD ini sangat penting agar tenaga kesehatan dan non-kesehatan mampu membantu masyarakat ketika terjadi keadaan darurat, misalnya seseorang yang pingsan. Jangan sampai karena tidak terlatih, justru tindakan yang dilakukan menimbulkan cedera yang lebih berat,” ujar dr. Tiur Maida.
Pelatihan BHD di RSUD Muara Teweh dilaksanakan secara berkala setiap tiga tahun sekali. Kegiatan serupa pertama kali digelar pada tahun 2023 lalu, dan tahun 2025 ini kembali dilakukan bagi peserta yang belum sempat mendapatkan pelatihan sebelumnya.
Peserta tahun ini berjumlah sekitar 235 orang, terdiri dari tenaga kontrak baru, CPNS baru, hingga tenaga komersial yang baru bergabung. RSUD Muara Teweh ingin semua tenaga, termasuk yang non-medis, memiliki kemampuan dasar untuk memberikan pertolongan.
Menurut dr. Tiur Maida, kemampuan dasar memberikan bantuan hidup sangat penting dimiliki oleh setiap petugas RSUD Muara Teweh, agar masyarakat tidak kecewa jika suatu saat membutuhkan pertolongan dari tenaga kesehatan di luar rumah sakit.
“Jangan sampai masyarakat kecewa karena melihat petugas dari RSUD tidak bisa memberikan bantuan hidup dasar. Semua tenaga di sini harus bisa menolong, kapan pun dan di mana pun,” pungkasnya.(Bu)





