SeputarDuniakalteng.com, MUARA TEWEH – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Barito Utara melaksanakan kegiatan ekspose laporan inventarisasi Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Tahun 2025 yang digelar di Aula DLH Barito Utara, pekan lalu. Kegiatan ini dibuka oleh Plt Kepala DLH Barito Utara, drg. Dwi Agus Setijowati, dan dihadiri perwakilan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta akademisi dari Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.
Dalam sambutannya, drg. Dwi Agus Setijowati menegaskan bahwa perubahan iklim merupakan tantangan global yang memiliki dampak langsung terhadap keberlanjutan pembangunan di daerah. Oleh karena itu, inventarisasi emisi GRK menjadi langkah strategis yang wajib dilaksanakan oleh pemerintah daerah sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021.
“Melalui ekspose ini, kita memastikan Kabupaten Barito Utara memiliki data emisi GRK yang akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Inventarisasi dilakukan pada sektor energi, limbah, pertanian, proses industri, serta perubahan penggunaan lahan dan kehutanan,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas OPD dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berorientasi pada pengurangan emisi dan rendah karbon.
Penyusunan laporan inventarisasi emisi GRK tersebut dilaksanakan secara swakelola tipe II oleh DLH Barito Utara bekerja sama dengan Fakultas Teknik ULM selama kurang lebih tiga bulan, dengan pendanaan yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun 2025.
Sementara itu, perwakilan Fakultas Teknik ULM Banjarmasin, Dr. Rizqi Putri Mahyudin, menyampaikan bahwa inventarisasi emisi GRK merupakan fondasi penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan dan strategi mitigasi perubahan iklim.
“Kami mendukung penuh upaya Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam membangun sistem pelaporan emisi GRK yang konsisten dan berbasis data. Hasil inventarisasi ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pijakan dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup serta memperkuat komitmen Kabupaten Barito Utara menuju pembangunan rendah emisi. (Bu)





