SeputarDuniakalteng.com, MUARA TEWEH – Penyaluran listrik yang tidak merata masih menjadi keluhan terbesar masyarakat desa di Barito Utara. Beberapa desa hanya punya listrik malam hari dan padam siang, sementara yang lain belum terpasang sepenuhnya. Hal ini kompak disampaikan tiga kepala desa ke Bupati Shalahuddin saat kunker dia dan Wakil Bupati Felix Sonadie di Kecamatan Gunung Purei, Jumat (5/12/2025).
Kepala Desa Bukit Sawit, Lemo II, dan Lampeong menyampaikan keresahan yang sama. “Di Desa Lampeong, listrik cuma hidup malam hari – siang padam total. Di kantor desa pun kesulitan bekerja, terpaksa pakai genset. Ini yang selalu dikeluhkan warga ke saya,” ujar Kepala Desa Lampeong, Surianata.
Mendengar keluhan itu, Bupati Shalahuddin menegaskan bahwa masalah listrik sudah masuk dalam program unggulan dirinya. “Semua ini akan kita kerjakan tahun 2026. Kita akan berkoordinasi dengan PLN dan Telkom untuk menyelesaikan listrik, sinyal internet, jalan, jembatan, dan kekurangan guru,” katanya.
Ia juga membentuk tim percepatan pembangunan dengan target semua desa di Barito Utara mendapatkan listrik dan sinyal memadai paling lambat tahun 2027. “Yang sekarang warga tanya, tahun 2026 akan direalisasikan. Targetnya 2027, Barito Utara semua terang dan ada sinyal!” pungkasnya penuh keyakinan. (Bu)





